Jumat, 30 Desember 2016
Yess....Kasus Pembubaran KKR Sabuga Bandung, Polda Jabar Tetapkan 5 Tersangka
Infomenia.net - Buntut insiden terhentinya ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung, pada Selasa 6 Desember 2016, Polda Jabar sudah memeriksa para saksi. Ditreskrimum Polda Jabar yang menangani perkara ini tengah membidik sejumlah calon tersangka.
"Sudah 11 orang diperiksa dan kemudian ada lima orang diduga pelaku. Mereka (5 orang) calon tersangka," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (30/12/2016).
Penanganan kasus dilakukan Polda Jabar setelah adanya masyarakat yang membuat laporan. Insiden batalnya sesi kedua KKR di Gedung Sabuga lantaran kedatangan sekelompok massa yang meminta kegiatan itu dilaksanakan di gereja, bukan berlangsung di gedung tersebut.
Anton menegaskan, pihaknya bakal menjerat calon tersangka dengan Pasal 175 KUHPidana. Pasal tersebut berbunyi barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi pertemuan keagamaan bersifat umum dan diizinkan atau upacara keagamaan yang diizinkan.
"Ancaman pidananya satu tahun empat bulan. Bukti sudah kita sita antara lain surat atau dokumen," ujar Anton.
(ern/bag)
#Breaking News# Bambang Tri, Penulis Buku 'Jokowi Undercover' Ditangkap Polisi
Infomenia.net -Penulis buku 'Jokowi Undercover', Bambang Tri, ditangkap polisi. Sebelumnya dia dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Michael Bimo atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan atau fitnah.
"(Bambang Tri) dibawa ke Jakarta oleh tim Bareskrim Polri," ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Djarod Padakova saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (30/12/2016).
Bambang diketahui tinggal di Blora, Jawa Tengah. Michael Bimo melaporkan Bambang melalui kuasa hukumnya pada Sabtu (24/12) karena namanya ditulis dalam buku 'Jokowi Undercover'. Ada pun nomor laporannya adalah LP/1272/XII/2016/Bareskrim.
"Tadi (dibawa ke Jakarta) sekitar jam 19.00 WIB naik pesawat," imbuh Djarod.
Bambang menulis dalam buku 'Jokowi Undercover' bahwa Michael Bimo adalah saudara kandung dari Presiden Jokowi. Tertulis pula bahwa Jokowi bukan anak kandung dari Ibu Sudjiatmi.
Foto: Istimewa |
"Saya tegaskan bahwa isi buku Jokowi Undercover adalah tidak benar dan fitnah yang mana sangat merugikan bangsa Indonesia pada umumnya, mengingat tuduhan-tuduhan di buku tersebut terkait dengan komunisme dan tuduhan lain yang bersifat pribadi sangat menimbulkan permusuhan di antara sesama anak bangsa," tutur kuasa hukum Michael Bimo, Lina Novita saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (25/12).
Pengakuan Pendukung Ahok Yang di Datangi Petugas Kelurahan Menggiring Untuk Memilih Paslon No. 1
Infomenia.net -A-ha .. barusan eike didatangi petugas dari kelurahan buat ngedata pemilih paslon buat pilkada nanti.
Padahal sebulan yang lalu gue udah didata dan dapet sticker tanda bahwa gue sudah terdaftar sebagai pemilih resmi.
Nah yang barusan dateng dari kelurahan itu ibu-ibu.mencatat jumlah pemilih di keluarga gue.
Kebetulan cuma ada 2, yaitu gue dan bokap gue sesuai dengan data yg tercantum di kartu keluarga.
Doi catet nama gue dan nama bokap dibalik sticker, lalu setelah bagian belakang sticker yg berisi data nama gue dan nama bokap dilepas, sticker itu ditempel di kaca jendela gue.
Mau tau tu sticker gambar siapa? Ternyata tu sticker gambar paslon no.1. Lalu terjadilah percakapan seperti ini:
Gue : "ishh .. ibu saya mah pilih Ahok, bukan anaknya si pepo yang emaknya galak ini".
Petugas (sambil ketawa): "yahh ini mah saya cuma ngejalanin tugas ajj buat ngedata. Soal nanti itu ibu mau pilih siapa itu mah hak ibu".
Gue : "lha klo ketahuan bawaslu ini bisa dianggap pelanggaran loh, soalnya ibu udah ngedata warga dengan mencatat nama pemilih di balik sticker paslon 1, seolah-olah warga tsb adalah pendukung paslon yg ini".
Petugas : "Akh gk gitu juga kali bu, orang saya cuma disuruh mencatat nama-nama pemilih nanti ajj koq".
Hmmm ... gue males untuk memperpanjang perdebatan itu. Setelah petugas itu selesai urusannya mereka pun pamit dan memberi kalender dan brosur bertemakan paslon no.1
Gue agak curiga. Gue anggap ini modus timses dari paslon no.1. Mereka ingin mengaambil data pendukung dengan cara demikian.
Jadi jika di hari H nanti ternyata hasil pilkada di TKP tidak sesuai dengan data yg sudah diterima sebelumnya dari petugas yang tadi gue ceritain, maka gue khawatir soal perbedaan jumlah angka di TKP akan dipermasalahkan bahkan digugat oleh timses paslon no.1 nanti.
Gue agak curiga. Gue anggap ini modus timses dari paslon no.1. Mereka ingin mengaambil data pendukung dengan cara demikian.
Jadi jika di hari H nanti ternyata hasil pilkada di TKP tidak sesuai dengan data yg sudah diterima sebelumnya dari petugas yang tadi gue ceritain, maka gue khawatir soal perbedaan jumlah angka di TKP akan dipermasalahkan bahkan digugat oleh timses paslon no.1 nanti.
Itu menurut asumsi gue. Bagaimana kalau menurut teman2? Dan bagaimana sebaiknya sikap yg harus gue lakukan untuk selanjutnya?
Berikut gue lampirkan foto sticker gambar paslon no.1 yg ditempel di kaca jendela rumah gue dan kaca jendela 2 tetangga di depan rumah, dan foto kalender.
Kalau yg brosur udah keduluan digunting sama anak gue entah buat bikin apaan #smile.
Berikut gue lampirkan foto sticker gambar paslon no.1 yg ditempel di kaca jendela rumah gue dan kaca jendela 2 tetangga di depan rumah, dan foto kalender.
Kalau yg brosur udah keduluan digunting sama anak gue entah buat bikin apaan #smile.
martirnkri.com dari akun facebook Pataresia Tetty
Untuk Ketiga Kalinya, Rizieq Shihab di Laporkan Mahasiswa Lintas Agama Karena Isi Ceramah Singgung Umat Lain
Infomenia.net -Untuk ketiga kalinya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke polisi. Ia dilaporkan ke polisi oleh Forum Mahasiswa Lintas Agama (Rumah Pelita) karena isi ceramahnya dianggap menyinggung umat agama tertentu.
"Kami dari Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama melaporkan Habib Rizieq tentang penyebaran kebencian untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia serta memecah belah Islam," ujar Koordinator Rumah Pelita, Slamet Abidin di Mapolda Metro Jaya, Jumat (30/12/2016).
Slamet menambahkan, Rizieq mengungkapkan hal itu saat dirinya berceramah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada 25 Desember 2016 lalu. Dalam ceramah tersebut, kata Slamet, Rizieq telah merendahkan agama tertentu.
"Saudara Rizieq Shihab betul-betul telah mengobok-obok keyakinan agama lain. Kami dari umat Islam sangat menyesalkan ceramah yang mengandung SARA dan memecah belah kerukunan umat beragama," ucap dia.
Dalam laporan ini, Slamet membawa barang bukti berupa flashdisk yang berisi video ceramah Rizieq di Pondok Kelapa beberapa waktu lalu. Ia berharap polisi mengusut tuntas pelaporan ini.
Sementara itu di tempat yang sama, anggota Rumah Pelita, Jhon Paul mengatakan, dirinya tidak ingin beragumentasi mengenai agama mana yang paling benar. Namun, menurut dia, isi ceramah Rizieq telah melanggar undang-undang yang berlaku di Indonesia.
"Saya pikir ini tidak dibenarkan karena kita ini negara hukum dan punya Pasal 156a itu saya kira terjeratnya di situ dan itu dilaporkan di sana soal itu," kata Jhon. (Baca: Tindak Lanjuti Laporan terhadap Rizieq, Polisi Akan Panggil Ahli)
Selain melaporkan Rizieq, Rumah Pelita juga turut melaporkan akun Twitter @sayareya yang menyebar pranala video ceramah Rizieq di Twitter.
Laporan ini diterima polisi dengan nomor LP/6422/XII/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 30 Desember 2016. Dalam laporan tersebut, disertakan Pasal 156 dan 156a KUHP Jo Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Sebelumnya, PP-PMKRI dan Student Peace Institute (SPI) melaporkan Rizieq dan akun Twitter @sayareya dengan laporan yang sama
Kamis, 29 Desember 2016
Ahok Adu Mulut Dengan Ketua FPI Pasar Minggu Saat Kampanye Blusukan
Infomenia.net -Calon gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama ditegur saat sedang berbincang dengan warga di RW02, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pria yang mengaku sebagai simpatisan Front Pembela Islam (FPI) Pasar Minggu itu keberatan Ahok mewawancarai bukan warga DKI.
"Ini warga enggak ada KTP DKI, kenapa diwawancara?" teriak Herianudin ke Ahok yang sedang dikerumuni awak media di lokasi, Jumat (30/12/2016). Namun, Ahok menampik sedang mewawancarai warga. Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua itu menjelaskan, dirinya hanya sedang meladeni warga yang mengajak berfoto.
Prihatin melihat kondisi warga yang tinggal di tempat kumuh, Ahok meminta mereka membawa anak-anaknya ke Puskesmas untuk divaksin. "Justru saya tanya, mereka tinggal atas izin siapa. Kalau bermasalah, anak-anak harus diselamatkan, divaksin, walaupun bukan KTP DKI, yang penting kemanusiaan," tegasnya.
Belum puas, Herianudin kemudian mempermasalahkan kedatangan Ahok yang tak melibatkan Ketua RT/RW setempat. Ia mempertanyakan pihak yang mengundang Ahok ke lokasi itu.
"Bapak datang undangan dari siapa?" tanya Herianudin.
"Enggak ada undangan, cek sungai saja, kenapa enggak boleh?" jawan Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu.
Warga RT 12 itu menolak Ahok jika kedatangannya untuk kampanye Pilkada DKI 2017. "Momentumnya bukan Pilkada kan?" tanya Herianudin.
Urat saraf Ahok mulai menegang. Ia tidak suka kedatangannya dipermasalahkan. "Pilkada juga sah saja. Masa kampanye, sah, mau teriak nomor dua juga sah. Enggak perlu (izin), bebas cek sungai," terang Ahok.
Mulai tidak sabar, Ahok menanyakan keinginan Herianudin. Pria yang datang dengan berjaket hitam itu mengungkapkan pada Ahok, jika warga setempat menolak kedatangan Ahok.
"Ya menolak boleh saja. Kamu kalau menolak, kamu daftar resmi, kita juga bisa gugat," ucap Ahok.
"Saya bukan masalah gugatnya, saya siap digugat," jawab Herianudin.
"Catat namanya kalau gitu! Anda katakan menolak, kita catat namanya," ujar Ahok lagi.
Ahok kemudian meninggalkan pria yang mengaku tinggal di Pasar Minggu sejak 1976 itu. Ternyata Herianudin kembali adu mulut dengan warga yang mengaku tidak menolak kedatangan Ahok.
Warga menilai, penolakan Herianudin hanya klaim saja. "Namanya orang bertamu, biarin saja," ucap Leila.
Suami Dipanggil Polisi, Sylviana Murni Bela Suaminya dengan Bilang Begini
Infomenia.net -Cawagub DKI Sylviana Murni buka suara soal pemanggilan suaminya, Gde Sardjana, oleh polisi terkait dengan kasus dugaan makar. Sylvi berkata dirinya dan keluarga sedang menghadapi ujian dari Sang Pencipta
"Saya enggak sempat mikir gitu (suami terlibat) karena saya tahu banget suami saya gitu, keluarga saya semua, sampai saya bilang ikutinkami saja deh 24 jam. Saya punya anak 2, terus suami saya, rasanya semua kegiatan sangat transparan ya, apalagi kepikiran gitu-gitu, nggaklah," kata Sylvi saat ditanya wartawan di sela acara Maulid Nabi di Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2016).
Sylvi mengatakan dia dan keluarga sadar bahwa mereka sedang dirundung ujian. Dia berkata keluarga besarnya akan tetap solid dan bisa menghadapi masalah ini.
"Tapi kami sadar kami sedang menghadapi ujian dan kami insya Allah menjadi keluarga yang solid. Saya yakin Allah bersama kita, ujian buat kami dan kami lulus dari ujian ini," ungkapnya.
Sylvi mengatakan semua keluarga mendukung suaminya, Gde Sardjana. Ujian ini akan membuat Sylvi lebih semangat. Pasangan Agus Yudhoyono dalam kontestasi Pilgub DKI 2017 ini berkata suaminya akan kooperatif mengikuti semua proses, termasuk proses pemanggilan oleh kepolisian hari ini.
"Rasanya hari ini ya, suami saya sangat kooperatif kok. Ini negara hukum, namanya praduga tak bersalah itu jelas. Dipanggil kapan saja sepanjang sehat pasti datang karena kita yakin kita tak punya masalah apa pun. Allah maha segalanya kok," pungkasnya.
Sebelumnya, polisi berkata masih terus mengembangkan kasus dugaan makar dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi kemudian mengagendakan pemeriksaan terhadap suami Sylviana, Gde Sardjana, pada Jumat (30/12) ini.
"Rencananya, besok yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kaitan dugaan makar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono kepadadetikcom, Kamis (29/12).
Pemeriksaan Gde dilakukan untuk mengonfirmasi soal adanya aliran dana terhadap Zamran. Zamran adalah tersangka dalam kasus UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) atas dugaan penyebaran informasi berbau SARA. Detik.com
Tidak Tahan Jadi Bulan-Bulanan Netizen, Tim Sukses Agus - Sylvi Mwnyesal Dengan Bilang Begini
Infomenia.net -Tim sukses dan pemenangan Agus Harimurti Yudhoyonodan Sylviana Murni menyesalkan adanya kampanye hitam di media sosial yang masif dilakukan.
"Kami sangat menyesalkan kampanye hitam pada Agus Yudhoyono yang diedarkan secara massif melalui media sosial dan aplikasi percakapan pribadi,"ujar Juru Bicara Agus-Sylvi, Rachlan Nashidik dalam pernyataan persnya, Jumat(30/12/2016).
Beberapa hari terakhir ini beredar melalui media sosial cuplikan video Agus Yudhoyono di Harian Kompas yang diberi gambar-gambar tambahan sedemikian rupa untuk menyerang dan membentuk persepsi keliru tentang intelektualitas Agus.
Kata Rachland publik perlu mengetahui, dalam video wawancara yang asli dengan Harian Kompas, Agus mempertanyakan mitos penggusuran sebagai satu-satunya solusi bagi problematika Jakarta, termasuk banjir.
Agus meyakini, membangun Jakarta tanpa menggusur adalah mungkin. Ia memasukkan ke dalam argumentasinya, contoh yang ia saksikan dari pengalaman perjalanannya ke beberapa negara tentang membangun rumah di atas sungai: "Mengapung".
"Gagasan membangun rumah di atas air sebenarnya tidak baru. Namun tentu saja Agus tidak bertanggungjawab atas keterbatasan pengetahuan orang lain termasuk fakta bahwa pada 2012 Jokowi pernah mengagas pembangunan apartemen mengapung di atas sungai Ciliwung. Keterbatasan pengetahuan orang yang membuat video mengejek Agus tentu adalah tanggungjawabnya sendiri"kata PolitikusPartai Demokrat ini.
Namun perlu diketahui, Agus tidak pernah menyatakan kampung apung adalah solusi yang akan ia pilih bagi Jakarta.
Ia mengatakan akan mempelajari dengan serius berbagai alternatif demi mencegah penggusuran.
"Perlu diketahui, Agus-Sylvi menolak kampanye hitam dan secara konsisten menjauhinya. Kami meyakini, Jakarta adalah rumah kita bersama yang tidak boleh dirusak oleh permusuhan dan dengki, melainkan harus dirawat dengan solidaritas dan empati"ujarnya.tribunnews.com
Rizieq Shihab Dilaporkan, Begini Pernyataan Tegas Kapolda Metro Jaya Atas Kasus Penistaan Agama Imam Besar FPI
Infomenia.net -Polda Metro Jaya memastikan akan menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan setiap warga negara, termasuk Rizieq, tidak kebal hukum.
"Di Indonesia tidak ada (yang) kebal hukum," ujar Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/12/2016).
Saat ditanya apakah pihaknya berani untuk memproses hukum Rizieq, Iriawan menjawab, "Kenapa nggak berani? Jangan mancing-mancinglah (pertanyaan)."
Iriawan memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan dari Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) tersebut. Penyidik, lanjut Iriawan, akan menggelar perkara tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Kita lakukan penyelidikan dulu. Tentu nanti hasil lidik bagaimana lidiknya nanti akan dilakukan gelar perkara. Dari sana ditentukan bisa ditingkatkan apa tidak, tentu ini kan tidak serta merta," terang Iriawan.
Saat ditanya apakah proses hukum terhadap Rizieq nantinya akan dilakukan seperti terhadap Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Iriawan menjawab diplomatis.
"Kita lihat perkembangan dari hasil penyelidikan. Kalau hasil penyelidikan gelar perkara, ya kita lakukan gelar perkara," pungkasnya.
Sebelumnya, PP-PMKRI melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya pada Senin (26/12) lalu. Habib Rizieq dilaporkan karena ceramahnya dalam video yang beredar di media sosial, dianggap menistakan agama Kristen.
"Kami melaporkan Habib Rizieq, Fauzi Ahmad, dan saya Reza terkait penistaan agama," kata Ketua Umum PP PMKRI Angelo Wake Kako kepada wartawan di Gedung Pelayanan Satu Atap, Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin 26 Desember.
Laporan PP-PMKRI itu tertuang dalam laporan resmi bernomor polisi TBL/6344/XII/2016/PMJ/Ditreskrimsus. Pada laporan itu, PP PMKRI melaporkan Habib Rizieq, akun Instagram @fauzi_ahmad_fiiqolby, dan akun Twitter @SayaReya.
Ketiganya dilaporkan atas dugaan penistaan agama melalui media elektronik dengan Pasal 156 dan 156a KUHP serta UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Pelapor melampirkan bukti-bukti di antaranya softcopy video.
Video tersebut diambil dari ceramah Rizieq di Pondok Kelapa pada Minggu (25/12/2016). Dalam video yang berdurasi 21 detik itu, Rizieq tampak tengah berbicara di depan massa. Dia membahas mengenai ucapan selamat Natal. detik.com
Rumah Terapung Jadi Viral di Medsos, Begini Jawaban Ngeles Agus Yudhoyono Yang Bikin Ngakak

Infomenia.net -Media sosial diramaikan dengan video cuplikan wawancara calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Yudhoyono, tentang penggusuran. Ada pula yang mengeditnya dengan tambahan gambar dan video lain.
Dalam wawancara tersebut, Agus sempat menyebut soal konsep kota dengan 'rumah terapung'. Namun, Agus menegaskan bahwa konsep itu bukanlah programnya.
"Saya nggak pernah jelasin itu, saya nggak pernah jelasin," kata Agus usai menghadiri Maulid Nabi di kediaman Sylviana Murni di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (29/12/2016).
Hal itu disampaikan Agus saat diminta wartawan untuk menjelaskan konsep tersebut. Agus mengatakan bahwa dia memang menyebutkan hal itu, namun itu contoh di negara lain.
"Iya (ada di video) tapi bukan program saya. Saya hanya mengatakan bahwa di dunia ini banyak kreativitas banyak contoh bagaimana menghadirkan solusi tanpa harus menggusur warganya. Tapi adakah ada di program saya gitu? Tidak ada," jelasnya.
Agus tidak pernah mengangkat konsep itu dalam pemaparannya di town hall meeting. Selama ini, program Agus-Sylvi yang terkait penataan kota adalah rumah rakyat.
"Saya hanya mengatakan bahwa itu ada konsep di mana pun di dunia yang sudah dikembangkan juga ada rumah apung atau hunian apung tapi saya tak menyampaikan itu di town hall meeting juga program yang saya angkat untuk menyelesaikan masalah hunian di Jakarta," papar Agus. detik.com
Nah Loo.....Gde Sardjana Suami Cawagub Sylviana Murni Diperiksa Terkait Dugaan Makar Hari Ini
Infomenia.net -Polisi masih terus mengembangkan kasus dugaan makar dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi pun mengagendakan pemeriksaan terhadap suami dari Cawagub DKI Jakarta Sylviana Murni, Gde Sardjana, Jumat 30 Desember besok.
"Rencananya besok yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kaitan dugaan makar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepadadetikcom, Kamis (29/12/2016).
Argo mengatakan pemeriksaan Gde dilakukan untuk mengonfirmasi terkait adanya aliran dana terhadap Zamran. Zamran adalah tersangka dalam kasus UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) atas dugaan penyebaran informasi berbau SARA.
"Jadi ada aliran dana ke Zamran dari yang bersangkutan (Gde), makanya besok dimintai keterangan," imbuh Argo.
Argo belum bisa menjelaskan uang yang ditransfer ke rekening Zamran itu untuk keperluan apa. Namun, dia menyebutkan bahwa Gde mentransfer uang tersebut sebelum aksi 212 digelar.
"Uangnya untuk keperluan apa, kapan ditransfernya, berapa jumlahnya, ya itu yang akan dicari tahu besok," tuturnya.
Seperti diketahui, polisi telah menetapkan 9 orang tersangka atas dugaan kasus makar. Sementara Zamran dan Rizal Izal, berstatus sebagai tersangka dalam kasus ITE.
"Zamran kan berstatus sebagai saksi juga di kasus dugaan makar itu," tandas Argo.detik.com
Setelah Hina Tuhan, Kini Rizieq Shihab Hina Uang Baru Cetakan BI, Begini Videonya
Infomenia.net -Bank Indonesia (BI) baru saja meluncurkan uang rupiah desain baru, Senin (19/12/2016). Habib Rizieq lansung mencelah uang baru yang dikeluarkan Bi dan menjadi kontroversi di media sosial.
Di media sosial, tidak sedikit netizen yang mempersoalkan uang rupiah desain baru tersebut, khususnya uang kertas mulai dari pecahan Rp 1.000 hingga Rp 100.000.
Pasalnya, desain uang kertas itu dinilai mirip uang kertas Yuan milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Bahkan ada netizen yang menuduh pemerintah sekarang adalah antek RRT.
Benarkah uang tersebut mencontek Yuan? BI menjelaskan bahwa desain baru uang kertas tersebut menggambarkan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sesuai dengan undang-undang nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang, yang menekankan semangat NKRI.
“Gambar pahlawan, pemandangan dan tarian menggambarkan semangat NKRI tersebut,” kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi, Selasa (20/12/2016).
Ditambahkan, peluncuran uang baru pada tanggal 19 Desember yang bertepatan dengan hari bela negara juga dimaksudkan untuk menunjukkan semangat NKRI tersebut.beritabookies.com
Tegas......Kapolda Tolak Penangguhan Penahanan Pelaku Sweeping di Solo, Lantaran......
Infomenia.net -Polda Jawa Tengah akan menolak permohonan penangguhan penahanan para tersangka kasus perusakan dan penganiayaan saat sweeping di restoran Social Kitchen, Solo. Penangguhan penahanan ditolak karena tersangka dinilai tidak kooperatif dan berusaha menghilangkan barangbukti.
"Pertama pelaku tidak kooperatif, kemudian pelaku lain belum tertangkap semua. Dan ada di dalam salah satu alat komunikasi yang menyarankan untuk lari dan menghilangkan barang bukti sehingga ini yang menyulitkan untuk memberikan penangguhan penahanan," ujar Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono di Mapolda Jateng di Jl Pahlawan, Semarang, Kamis (29/12/2016).
Permohonan penangguhan penahanan disampaikan salah satu pihak tersangka yakni Ranu Muda Adi Nugroho. Adi Muda, wartawan tabloid Panjimas ikut ditangkap karena diduga terlibat dalam sweeping di Solo.
Ranu menurut Condro sejak awal ikut dalam pertemuan untuk merencanakan sweeping di Social Kitchen pada hari Sabtu, 17 Desember 2016. Pada hari Minggu (18/12) dini hari mereka beraksi dan merusak barang, menganiaya pengunjung, bahkan mencuri.
"Saudara Ranu itu keterlibatannya dari awal ikut serta pertemuan yang dilakukan untuk sweeping. Kemudian sudah ada pembagian tugasnya nanti siapa yang memasang seperti police line untuk menutup atau menyegel, siapa yang mendokumentasikan. Ajakan melalui handphone itu juga masuk situ sehingga kita kenakan Pasal 170 dan 169 KUHP. Khusus pengambil barang dan perampasan handphone dan uang, nanti tambah pasal pencurian," jelas Condro.
Tim yang dipimpin Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Nanang Haryono menangkap 11 orang terkait kasus tersebut. Mereka adalah Edi Lukito, Joko Sutarto, Hendro Sudarsono, Suparno alias Yusuf Suparno, Suparwoto alias Salman Alfarizi.
Kemudian ditangkap juga Margiyanto alias Abu Rehan, Yudi Wibowo alias Abu Irhab, Ranu Muda Adi Nugroho, Mujiono Laksit, Sri Asmoro Eko Nugroho alias Eko Wahid alias Eko Luis, dan Kombang Saputra alias Kumbang alias Azam.
Taufik Darmawan dari LSM Islamic Study and Action Center (ISAC) mengatakan pihak keluarga para tersangka sudah berusaha melakukan konsolidasi untuk meminta penangguhan penahanan.
"Kemarin dari pihak keluarga mengadakan konsolidasi untuk meminta penangguhan penahanan, penjaminnya istri-istrinya, dijamin tidak melarikan diri, dijamin kooperatif, tidak hilangkan barang bukti. Pihak keluarga juga masih koordinasi untuk siapa yang mendampingi," kata Taufik saat mendampingi pihak keluarga menjenguk tahanan di Mapolda jateng, Senin (26/12. detik.com
Tak Satupun Saksi Pelapor Dari Kepulauan Seribu, Tim Kuasa Ahok Bongkar Semua Saksi Pelapor Ternyata......
Infomenia.net -Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tergabung dalam Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika mengklaim sudah mengecek semua saksi pelapor dalam kasus penodaan agama yang melibatkan Ahok. Pengacara Ahok ini menyimpulkan dari semua saksi pelapor tidak ada warga dari Kepulauan Seribu.
"Bayangkan, tidak ada saksi pelapor dari warga Kepulauan Seribu," kata salah satu anggota tim kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/12/2016).
Humprey mengatakan tim kuasa hukum Ahok sudah mengecek saksi pelapor yang berjumlah 14 orang. Dia juga mengatakan semua saksi tersebut memiliki hubungan dengan Front Pembela Islam (FPI).
"Semua saksi itu rupanya terkait FPI," ujar Humphrey.
"Bahkan sebelum melaporkan Ahok ke polisi, mereka sudah berkumpul membahas materi laporan dan kemudian baru nonton videonya," lanjutnya.
Menurut Humphrey, saat mengecek Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi pelapor menyatakan punya SMS dari warga Kepulauan Seribu yang memberitahukan bahwa Ahok telah menista agama. Namun belakangan, pelapor menyatakan SMS itu sudah dihapus. Padahal bukti SMS sangat dibutuhkan.
"Dalam BAP-nya, saya sudah mendapat laporan, SMS dan telepon dari warga Kepulauan Seribu bahwa Ahok benar menista agama dan mereka nggak suka. Anehnya di ujung keterangannya, dia bilang semua SMS sudah dihapus," papar Humphrey.
"Nanti kita akan tanya dan kita akan cek ke operator selular-nya. Nanti akan kebongkar, apakah dia bohong atau tidak. Sebab memberikan keterangan palsu didalam persidangan akan mendapat sanksi hukumnya," imbuhnya.
Persidangan lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok akan kembali digelar Selasa (3/1/2017), pekan depan. Tempatnya di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan. Agenda sidang adalah pemeriksaan saksi. Ahok didakwa melanggar pasal 156a tentang penistaan agama dengan ancaman penjara maksimal lima tahun.detik.com
Resmi.... IHR ( Indonesian Humanitarian Relief ) Berkilah Begini Setelah Bantuannya ditemukan Di sarang ISIS Suriah
Infomenia.net - Sehubungan dengan beredarnya kabar tak benar yang dialamatkan kepada Indonesian Humanitarian Relief (IHR) Foundation bahwa bantuan kami tidak diberikan kepada rakyat Aleppo, maka kami menilai tuduhan ini adalah tudingan serius. Dengan ini, IHR menyatakan sikap:
1. Melihat polanya, arus fitnah tampaknya bukan barang baru. Upaya propaganda ini dilakukan oleh pihak-pihak yang memang sejak awal tidak ingin nestapa warga Suriah terdengar mengetuk hati nurani warga Indonesia.
Caranya dilakukan dengan berbagai pola, salah satunya adalah membunuh karakter NGO-NGO kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi.
2. Tuduhan IHR tidak menyalurkan untuk warga Suriah jelas tuduhan fitnah dan tidak benar. Pihak-pihak yang melakukan propaganda ini hanya menyandarkan kepada satu potongan berita, tanpa mau melihat informasi secara utuh. Padahal bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah kami lakukan dengan bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki, yakni Insan Hak ve Hurriyetleri Insani Yardim Vakfi atau dikenal dengan nama IHH. IHH adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui PBB. Dalam kiprahnya, IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza, Palestina, yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan di lapangan banyak kemungkinan bisa terjadi, apalagi dalam suasana perang dan konflik.
3. Adalah kewajiban semua kaum Muslim membantu saudaranya di dunia yang sedang menderita dan mengalami penindasan. Sebab adalah wujud kemanusiaan Universal dalam Islam. Kami menilai tudingan ini adakah bagian dari upaya melemahkan semangat kemanusiaan masyarakat Indonesia untuk membantu sesama saudaranya di Suriah.
Namun tidak semua usaha kemanusiaan masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Suriah ini disukai oleh pihak-pihak tertentu yang memang sejak lama berupaya menutup-tutupi fakta krisis kemanusiaan dan kekejaman yang terjadi di Suriah.
4. IHR adalah lembaga yang didirikan para aktivis kemanusiaan dari banyak elemen umat. Dengan membawa-bawa nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), kelompok pemfitnah --yang diduga jejaring gerakan Pro Rezim Bashar al Assad di Indonesia ini-ingin berusaha melakukan usaha memecah ukuwah umat Islam yang saat ini sedang solid.
5. Jika pihak-pihak penebar fitnah tidak menghentikan tuduhannya setelah pernyataan resmi kami ini, maka kami akan ambil langkah hukum terhadap para penebar fitnah tersebut.
Jakarta, 27 Desember 2016
Ditandatangani
Mathori
Direktur IHR Foundation
Mathori
Direktur IHR Foundation
Ini Penampakan Terduga Penghina Presiden dan Kapolri yang Mengaku ISIS Saat Diciduk Polisi
Infomenia.net -Kapolsek Cilincing Kompol Ali Yuzron mengatakan saat pihaknya menangkap Jamil Adil (47), penghina Presiden dan Kapolri dengan kalimat kotor yang tertulis di area Kolong Tol Kebon Baru, Cilincing, Jakarta Utara, tidak ada perlawanan terhadap petugas.
Diduga ia mengalami gangguan jiwa lantaran hanya diam dan terus tersenyum saat diciduk polisi.
Ali menjelaskan pihaknya sempat meminta keterangan kepada pelaku maksud dari tulisannya yang menghina Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Kolong Tol
Kebon Baru tersebut.
Kebon Baru tersebut.
"Si Jamil bilang ke anggota, 'Saya enggak tahu pak'. Tapi dia mengaku jika dia yang menulis kalimat-kalimat kotor yang diperuntukkan Presiden dan Kapolri di Kolong Tol itu. Kita tanya lagi, apa maksudnya menulis begitu. Dia malah menjawab 'Enggak tahu saya pak'. Dia jawabnya juga sambil senyum-senyum saja. Diduga, pria ini ada gangguan kejiwaan," kata Ali di Ancol, Kamis (29/12/2016).
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Yuldi Yuswan membenarkan adanya dugaan pria yang juga menuliskan dirinya anggota ISIS tersebut mengalami gangguan jiwa.
"Jamil kini sudah dibui dan dilakukan pemeriksaan mendalam di Polres Metro Jakarta Utara. Belum diketahui apakah pria ini memang pura-pura gila, apa memang gila beneran," kata Yuldi.
Ia mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut motif dari perbuatan Jamil karena ia memang mengakui perbuatannya.
"Masih kita selidiki karena memang Jamil lah pelaku yang menghina Bapak Presiden dan Bapak Kapolri, yang ditulis dengan mencoret-coret tiang, dinding Kolong Tol Kebon Baru dan peti kemas. Bahkan, dia juga mengaku-ngaku kalau dia itu anggota ISIS," ujarnya.
Seperti diketahui, Jamil ditangkap tim buser Polsek Cilincing pukul 06.30 pagi tadi saat sedang melihat hasil tulisannya yang berupa penghinaan kepada Presiden dan Kapolri di Kolong Tol Kebon Baru, Cilincing, Jakarta Utara dengan menggunakan pylox.tribunnews.com
Rabu, 28 Desember 2016
Ahok Kaget Saat Warga Cililitan Ceritakan Program Cagub Lain, Lantaran...
Infomenia.net -Saat calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) blusukan ke RT 013 RW 05, Gang Cililitan Kecil 1, Rawa Jati, Jakarta Timur, salah seorang ibu rumah tangga, Arfi (34), mengucap berulang kali kepadanya untuk tidak sekadar menebar janji, seperti kandidat lainnya.
"Pak, nggak usah pake dijanjiin yah RW dapet 1 M (miliar), nggak usah pake janji Pak, buktinya udah banyak," katanya kepada Ahok, Rabu (28/12/2016).
Pernyataan Arfi ini lantaran melihat di stasiun televisi, ada pasangan calon gubernur DKI Jakarta yang menjanjikan kepada warga, seperti program Rp1 miliar setiap RW.
Namun Arfi yakin, Ahok tidak seperti calon gubernur yang dimaksud. Sebab, mantan Bupati Belitung Timur itu, dinilai Arfi, sudah terbukti kinerjanya dan bukan sekedar memberi janji manis kepada masyarakat.
"Kan banyak, kita udah lihat di TV, RW dapet satu miliar, Pak Ahok tidak perlu janji tapi membuktikan. Apa yang Pak Ahok kerjakan sudah terbukti tanpa janji," seru Arfi.
Pada kesempatan tersebut, Arfi juga menyampaikan rasa terima kasihnya, karena anaknya diberi Kartu Jakarta Pintar (KJP) oleh Pemprov DKI.
"Saya juga mau ngucapin terima kasih, karena anak saya udah dapet Kartu Jakarta Pintar," imbuhnya.
Sebelumnya, calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono berjanji, akan mengalokasikan anggaran per tahun untuk RT/RW dengan jumlah yang cukup besar.
Anggaran itu untuk memberikan perhatian dan memberdayakan komunitas.
Anggaran itu untuk memberikan perhatian dan memberdayakan komunitas.
"Saya dan Mpok Sylvi (Sylviana Murni) akan mengalokasikan anggaran untuk pemberdayaan komunitas RT/RW sebesar Rp1 miliar per RW per tahun," kata Agus saat pidato politik di GOR Jakarta Utara, Minggu (13/11/2016).
Atas program Rp 1miliar per RW yang dijanjikan Agus itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menyatakan, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut itu melakukan pelanggaran administrasi.netralnews.com
Begini Tantangan Kabid Advokat Gerindra dan ACTA Habiburokhman Pada Ahok Saat Coblosan 15 Februari 2017
Infomenia.net -Kepala Bidang Advokat DPP Gerindra Habiburokhman menantang calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), untuk mundur dari pencalonannya sebagai gubernur jika Ahok tidak mampu menang dalam satu putaran pada Pilkada 2017 mendatang.
Namun jika nantinya Ahok menang, maka Habiburokhman berjanji akan mundur.
Meski begitu, Habiburokhman tidak menjelaskan akan mundur dari apa. Mengingat, dirinya kini memiliki beberapa jabatan, baik itu di Partai Gerindra maupun di Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).
"Gini aja Hok, kalau lu gak menang 1 putaran lu langsung mndr dr Cagub, tapi kalau lu bs mng 1 putaran gua yg mndr," kata Habiburokhman lewat akun Twitter-nya @habiburokhman, Selasa (27/12/2016).
Tantangan Habiburokhman ini menanggapi pernyataan Ahok yang menyebutkan akan berjuang memenangi Pilkada dalam satu putaran demi membungkam orang-orang yang selama ini menyudutkannya.
"Saya harap tetap berjuang untuk menang satu putaran. Kalau kita menang satu putaran, akan mempermalukan orang-orang yang selama ini menyudutkan saya," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).
Calon gubernur nomor urut dua ini juga berharap, keadilan dapat ditegakkan dalam kasus dugaan penodaan agama, yang menjadikannya sebagai terdakwa.
"Kita harap keadilan tetap ditegakkan. Yang melakukan penistaan agama, siapa pun harus diproses," ujar Ahok.
Ahok menjelaskan, harapan akan adanya keadilan bukan semata-mata hanya terkait Pilkada DKI, namun ada hal besar yang harus diperjuangkan, yakni harapan bagi proses hukum di Indonesia.
"Ini bukan hanya persoalan Gubernur DKI, tapi bangsa ini mau dibawa ke mana. Kalau hukum diinjak-injak, negara ini enggak ada harapan lagi. Saya bersyukur ditakdirkan jadi orang yang memperjuangkan ini," jelas Ahok.
Wouw Keren, Pelajar Muslim Lebanon Lantunkan Koor Lagu Natal yang Indah dan Sangat Menyentuh
Infomenia.net -Koor lagu-lagu rohani yang dinyanyikan oleh para pelajar Muslim di gereja di Beirut dalam perayaan Natal disebut "sangat indah dan menyentuh" oleh para jemaah yang menghadiri konser Natal.
Video lagu Malam Kudus dalam bahasa Arab dinyanyikan para pelajar Muslim di gereja Katolik Santo Elie yang terletak di kawasan Muslim Beirut, banyak dibagikan di media sosial dengan komentar berisi pujian sebagai langkah toleransi yang menyentuh hati.
"Terima kasih telah berbagi momen yang indah ini," kata salah seorang pengguna. "Lebanon pada saat terbaiknya," tulis yang lain.
"Kontak antar agama ini merupakan kehidupan kami. Ini terjadi hampir setiap hari melalui pertukaran pelajar, aktivitas bersama dan juga konferensi nasional dan lain sebagainya," kata Mohamad Bassam dari Imam Sadr, yayasan yang menaungi kur pelajar Muslim ini.
Yayasan ini dibentuk ulama setempat, Musa Sadr, pada awal tahun 1963 dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan dan pemberdayaan perempuan.
Penampilan pelajar putri di gereja Katolik tanggal 19 Desember lalu dengan mengiringi penyanyi Abeer Nehme ini merupakan salah satu dari konser Natal yang diselenggarakan dalam rangka konser Natal, Beirut Chants Festival.
Konser ini merupakan salah satu dari sejumlah acara Natal yang diikuti oleh kelompok paduan pelajar putri ini, kata Bassam.
Jemaah yang hadir dalam perayaan Natal di Beirut ini menyatakan terkejut saat menyaksikan para pelajar perempuan yang mengenakan jilbab masuk gereja untuk mengiringi Nehme.
Rami Al Khal yang mengikuti kebaktian mengatakan kepada media online The New Arab bahwa paduan suara pelajar putri itu sangat menyentuh.
'Perempuan berjilbab bernyanyi dengan khidmat'
"Sangat menyentuh, sampai berdiri bulu kuduk saya. Tidak ada yang memperkirakan mereka akan ikut menyanyi. Sangat mengesankan," kata Al Khal.
"Perempuan berjilbab bernyanyi dengan khidmat, penampilan mereka luar biasa," tambahnya.
Reaksi lain melalui pengguna media sosial setelah menyaksikan video para pelajar ini memuji upaya lintas agama.
"Begitu indahnya. Semangat Natal yang indah. Tak ada perbedaan antara manusia. Kita semua sama," kata salah seorang pengguna.
"Saya harap dunia akan menyaksikan dan belajar dari Lebanon," kata yang lain.
Sekitar 40% penduduk Lebanon adalah pemeluk Kristiani dan lebih dari 50% Muslim.
Konstitusi pada 1926 menjamin perwakilan yang adil antara Muslim-termasuk Sunni dan Syiah- dan Kristen di pemerintahan dan kantor presiden serta Dewan Perwakilan Rakyat.
"Acara (lintas agama) seperti ini disambut oleh semua kalangan di masyarakat...Kami mendapatkan banyak telepon berisi ucapan terima kasih dan penghargaan acara seperti ini dilakukan," kata Bassam kepada BBC Indonesia.netralnews.com
Langganan:
Komentar (Atom)


Foto: Istimewa















